Tentang SYNCORN
Inovasi Pengolahan dan Kelembagaan Usaha Jagung Lokal untuk Penguatan Ekonomi Kalurahan Bumirejo
SYNCORN (Synergy Corn Innovation for Rural Empowerment) merupakan program PPK Ormawa KAPSTRA UGM yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pengolahan jagung lokal, penguatan kelembagaan usaha, ekonomi sirkular, dan pemasaran digital.
Mengapa SYNCORN Hadir?
Kalurahan Bumirejo memiliki potensi pertanian yang besar, khususnya pada komoditas jagung manis. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya mampu mendorong stabilitas ekonomi masyarakat karena jagung masih banyak dijual dalam bentuk mentah, harga jual cenderung fluktuatif, dan limbah jagung belum dimanfaatkan secara optimal.
SYNCORN hadir untuk menjawab tantangan tersebut melalui pemberdayaan masyarakat berbasis pengolahan jagung, diversifikasi produk, penguatan kelembagaan usaha, serta pengembangan pemasaran digital. Program ini dirancang agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pelaku utama dalam pengembangan usaha lokal yang berkelanjutan.
Bumirejo dalam Angka
198 ha
Luas Lahan Jagung
2 ton
Produktivitas per Hektar
3x
Panen per Tahun
15
Padukuhan
Rp 5.000 / kg
Kisaran Harga Jagung Mentah Saat Ini
Apa itu SYNCORN?
SYNCORN merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mengangkat potensi jagung lokal Bumirejo sebagai dasar pengembangan produk dan kelembagaan usaha desa. Melalui SYNCORN, jagung tidak hanya dipandang sebagai komoditas pertanian, tetapi juga sebagai sumber inovasi ekonomi lokal yang mengintegrasikan pengolahan, branding, pemasaran digital, dan penguatan kelembagaan.
Pendekatan Program Kami
Social Mapping
Pemetaan potensi, masalah, kebutuhan, dan relasi sosial masyarakat Bumirejo.
Capacity Building
Pelatihan produksi teknis, manajemen usaha, pemasaran, dan penggunaan teknologi.
Community Based
Masyarakat tidak sekadar menjadi objek, melainkan pelaku utama pengembangan program.
Digital Empowerment
Pemanfaatan website, WhatsApp Business, e-commerce, dan media sosial secara optimal.
Ekonomi Sirkular & Zero Waste
SYNCORN menerapkan prinsip zero waste dengan memanfaatkan berbagai bagian jagung menjadi produk bernilai guna untuk mengurangi limbah dan membuka peluang ekonomi baru.
Biji Jagung
β Cornch & Zealoops
Rambut/Kulit
β Huskara Tea
Bonggol Jagung
β Jabricks
Membangun Kelembagaan Usaha Bersama
SYNCORN tidak hanya berfokus pada penciptaan produk, tetapi juga pada pembentukan ekosistem usaha yang dikelola secara kolaboratif lintas komunitas di Bumirejo.
Produk Hasil Inovasi
Dikembangkan dari proses pemberdayaan dan pemanfaatan potensi lokal untuk memberi nilai tambah pada komoditas jagung.
Cornch
Keripik jagung inovatif berbasis hasil panen lokal Bumirejo.
Zealoops
Sereal sarapan bergizi sebagai inovasi pangan berbahan dasar jagung.
Huskara Tea
Teh serabut jagung (silk tea) yang memanfaatkan bagian yang sering terbuang.
Jabricks
Briket dan material alternatif unggulan yang diolah dari limbah bonggol jagung.
Siapa di Balik SYNCORN?
SYNCORN diinisiasi oleh Keluarga Mahasiswa Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (KAPSTRA) Universitas Gadjah Mada melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa).
Program ini dilaksanakan secara kolaboratif oleh tim mahasiswa, dosen pendamping, pemerintah Kalurahan Bumirejo, kelompok masyarakat sasaran, serta mitra strategis agar pemberdayaan berjalan inklusif dan berkelanjutan.
Dosen Pendamping
Danang Arif Darmawan, S.Sos., M.Si.
Didukung Oleh
Menuju Desa Wirausaha Berkelanjutan
SYNCORN tidak berhenti pada kegiatan jangka pendek. Melalui penguatan kelembagaan, pemanfaatan teknologi digital, dan jejaring kemitraan, program ini diarahkan untuk menjadikan Bumirejo sebagai desa perintis wirausaha mandiri yang menginspirasi wilayah lain dalam mengoptimalkan potensi lokal.